Inco

PT. Internasional Nickel Indonesia (PT. Inco) termasuk  salah satu produsen nickel terbesar di dunia. Perusahaan ini  didirikan pada tanggal 25 Juli 1968 sesuai dengan UU Penanaman Modal Asing (PMA) No 1  Tahun 1967.  PT Inco memproduksi nikel dalam bentuk matte, yakni produk setengah jadi yang diolah dari bijih laterit di fasilitas pertambangan dan pengolahan terpadunya di Sorowako.

Seluruh produksi PT Inco dijual dalam Dolar Amerika Serikat berdasarkan kontrak-kontrak jangka panjang untuk dimurnikan di Jepang. Kelebihan perusahaan ini terletak pada cadangan bijih besi berlimpah, tenaga kerja terampil dan terlatih, pembangkit listrik tenaga air berbiaya rendah, fasilitas produksi modern serta pasar terjamin untuk produknya.

Saat ini sebanyak 58,73% persen saham perseroan dimiliki  oleh Vale Inco Limited, 20.09% oleh Sumitomo Metal Mining Co, Ltd,  dan 21.18%  dimiliki publik serta lainnya.

Berikut catatan perjalanan PT. Inco dari waktu ke waktu ;

1968 – 1978

Masa eksplorasi dan pembangunan proyek

1978 – 1986

Masa produksi komersial dan rugi USD 416 juta

1988 – 1991

Proyek perluasan (80 ke 100 juta pon nikel per tahun) dan Go Public  (20% saham) di tahun 1990

1996 – 1999

Proyek perluasan di Soroako (100 ke 150 juta pon nikel per tahun, dengan biaya sebesar USD 630 juta)

Pusat Penambangan dan Pengolahan Nickel PT. Inco berada di Sorowako. Sorowako terletak di Kabupaten Luwu Timur, Propinsi Sulawesi Selatan.

PT Inco membangun daerah penambangan baru di Petea Penandatanganan perjanjian kerjasama PT Inco-PT Antam (CRA) untuk  bersama-sama mengolah daerah Kontrak Karya PTI di Sulawesi Tenggara

2004

PT Inco memulai kegiatan pengeboran di Bahodopi dan Pomalaa, dan uji coba penambangan bijih di Petea. Tahap pertama pembangunan PLTA Karebbe untuk meningkatkan kapasitas tenaga listrik air dari 275 MW ke 365 MW

2005

Pencangan proyek 150 ke 200 juta pon nikel per tahun pada 2009 Pemasangan teknologi Bag House System di Tanur Listrik#4. Alat ini mampu mengurangi emisi debu Tanur Listrik hingga di bawah ambang batas pemerintah Awal July, PT Inco mulai mensuply ore dari Blok   Pomalaa Timur ke PT Antam sesuai dengan Collective Resources Agreement (CRA).

  1. warga lutim
    Mei 29, 2011 pukul 3:48 pm

    tolong kalo ada lowongan di inco, infox dipublikasikan ya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: